Rabu, 17 Desember 2008


BANGKOK, SELASA - Lebih dari 1000 spesies baru hewan dan tumbuh-tumbuhan ditemukan di daerah aliran Sungai Mekong Besar yang melintasi Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan China. Kehidupan liar yang sangat beragam dan belum tersentuh sebelumnya itu terungkap dalam ekspedisi selama satu dekade, dari 1997-2007, yang disponsori World Wildlife Foundation (WWF).

Di antaranya terdapat laba-laba huntsman terbesar di dunia. Spesies Heteropoda dagmarae itu berukuran sebesar piring dengan bentang kaki 30 centimeter. Laba-laba tersebut dikenal agresif, berburu di malam hari, dan menyergap mangsanya dari ranting, dahan, dan batang bambu yang tingginya tak lebih dari 4 meter dari permukaan tanah. Gigitannya bisa menyebabkan sakit yang lama, peradangan, hingga sakit kepala dan demam.

Juga terdapat katak pohon berdarah hijau spesies Chiromantis samkosensis di Kamboja. Tulangnya juga berwarna kebiruan sehingga tampak cantik dibungkus tubuhnya yang didominasi warna hijau.

Hewan yang tak kalah eksotis adalah kaki seribu (luwing) naga dengan tubuh berwarna pink dan dapat menghasilkan racun cyanida mematikan. Spesies bernama Desmoxytes purpurosea yang ditemukan di Thailand tahun 2007 itu mungkin menggunakan warna yang menyala untuk menakut-nakuti musuhnya.

"Saya kira temuan-temuan sebanyak ini akan mengubah buku sejarah," ujar Stuart Chapman, direktur Program Mekong WWF dalam pernyataannya yang dirilis Senin (15/12). Total setidaknya tedapat 1068 spesies baru, masing-masing 519 jenis tumbuh-tumbuhan, 279 ikan, 88 katak, 46 kadal, 22 ular, 15 mamalia, 4 burung, 2 salamander, dan seekor kodok.

Tidak semua spesies-spesies unik tersebut ditemukan dalam lebatnya hutan. Misalnya tikus batu Laos (Laonastes aenigmamus), yang sebelumnya diduga telah punah 11 juta tahun lalu, ditemukan di dekat pasar lokal tahun 2005. Satu spesies ular berbisa jenis viper Trimeresurus gumprechti juga ditemukan dekat restoran di Taman Nasional Khao Yai Thailand tahun 2001.

Spesies-spesies tersebut masih hidup bebas di kawasan hutan tropis dan daerah basah sepanjang aliran Sungai Mekong Besar. Namun, dalam laporan temuan dengan tajuk "First Contact in the Great Mekong" keberadaan komunitas yang sangat beragam tersebut terancam konversi lahan. WWF menekankan pentingnya kerja sama lintas batas antarnegara-negara yang dilalui sungai tersebut untuk memastikan kelestarian dan keberlangsungan kehidupan liar di sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar